BERBEDA
BUKAN BERARTI BERSELISIH
Konflik
merupakan jenis racun yang sulit ditemukan penawarnya, seperti halnya Indonesia;
negeri yang syarat dengan keberagaman yang berujung pada perselisihan. Pasca genjatan senjata di Aceh mungin kita
berfikir bahwa itu adalah akhir dari semua perpecahan di bumi pertiwi ini namun kenyataannya kejadian
serupa malah semakin merajalela, membudaya dan menjamur dimana-mana.
Poso
berdarah, Papua bergejolak, tak hanya itu Lampung yang dulu terkenal dengan
keramahtamahannya kini berubah mencekam, bahkan Institusi-institusi di negara
ini yang kita kenal dengan panggung politik, kini tak ubahnya seperti arena
tinju, “siapa yang mau tetap bertahan harus men-TKO lawan-lawan politiknya,
bukannya bersama sama membangun bangsa
yang merupakan tugasnya sebagai abdi negara.
Mungkin
itulah gambaran republik ini, negara yang dikenal dengan faham Bhineka Tunggal
Ika ini masih belum mampu melepaskan diri dari jeratan perselisihan yang
menjerumuskannya pada konflik yang berkepanjangan.
Al-Qur’an sudah memprediksi mengenai
akan adanya perpecahan dan perselisihan diantara manusia, bahkan kehendak Allah
lah yang menjadikan manusia terbagi kedalam beberapa ummat.
Allah SWT berfirman :
118. Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia
menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka Senantiasa berselisih
pendapat,
119.
kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. dan untuk Itulah Allah
menciptakan mereka. kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan:
Sesungguhnya aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang
durhaka) semuanya.
Jelaslah
Al-Qur’an surat Al Hud ayat 118-119 mengatakan bahwa perbedaan itu adalah
rahmat namun perselisihan adalah sesuatu yang harus dihindari. Karena jika kita termasuk orang yang
dikaruniai rahmatnya pastilah kita akan terhindar dari bencana konflik ini. Semoga
kita semua termasuk orang-orang yang dirahmati oleh Allah SWT.
Oleh karenanya marilah
kita berpegang teguh kepada tali agama Allah, hindari perselisihan, hormati
perbedaan,
Karena ketika kita
berpegang teguh kepada tali agama Allah berarti kita harus menghargai kehendak
Allah yang menjadikan manusia berbeda dengan tujuan agar kita bisa mengambil
hikmah dari perbedaan tersebut.
103. dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah,
dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu
ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan
hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara;
dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari
padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu
mendapat petunjuk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar