“Banyak
orang yang akan datang dan pergi dari kehidupan Anda, tetapi hanya
teman sejati yang meninggalkan jejak di dalam hati Anda”
Kita ini di ibaratkan seperti pohon yang memiliki akar dan batang pohonnya. Setinggi apapun ia menjulang tapi tetap saja memiliki koneksi satu dengan lainnya
> To Be Continued <
Nantikan kisah selanjutnya...
Written By : Ari Armadi


Terbersit dalam kalbu masih teringat saat terakhir kali kita berkumpul
bersama tepatnya pada tanggal (lupa lagi) pada waktu itu kita bahkan
tidak menyadari bahwa euforia tersebut sebagai signal perpisahan
setelah sekian lama belajar bersama manjalin tali persahabatan. Dengan
kostum serba biru (untuk laki-laki) yang memang sudah menjadi landmark
almamater Madrasah Aliyah Negeri Jonggol Siswa Calon Alumni pun siap
tebar pesona.
Seakan tak mau kalah dari eksistensi lawan
jenisnya, kaum hawa pun menunjukan kebolehannnya. Berbagai mode racikan
designer ternama senantiasa hadir dalam acara itu. Sehingga sekilas
Siswi Calon Alumni MAN Jonggol pun tak ubahnya Princes
Kate Midleton dengan gaun indahnya yang fashionable. sungguh
mempesona....
Acara demi acara berjalan secara khidmat
sehingga sampailah di penghujung acara, sebuah moment yang tak bisa
dilupakan disaat satu per satu dari kita naik ke atas panggung. XII IPA 1
yang saat itu berkesempatan menjadi kelas pertama dalam prosesi sakral
mengutus Abdullah Nur Huda Bin H. Tolib sebagai siswa pertama yang naik
ke atas panggung. Bocah ini beruntung karena berada di urutan pertama
dalam absensi kelas XII IPA 1, disusul Abidin, Ajid Wijayandi dan
seterusnya.
Haru dan isak tangis mewarnai prosesi itu, tak
terkecuali siswa dan siswi yang sering berlangganan dengan kesiswaan
dalam berbagai kasus. Keegoisan dan kengkuhan seakan tak terdeteksi.
Mereka semua dengan khusyu bermusyafahah menyadari kesalahan satu sama
lain tak lupa bersimpuh padu dihadapan guru-guru, staf TU dan lainnya.
Setelah
resmi dinyatakan sebagai Alumni MAN Jonggol, kita
bersuka ria berpesta fora merayakannya. Wisuda kali ini terasa spesial
karena MAN Jonggol berhasil meluluskan Siswa-siswinya
dengan persentase 100 %. Sebuah pencapaian yang luar biasa disaat
regulasi UN dipersulit dan diperumit bagaimana tidak, soal yang
disajikan dalam UN bukan hanya multiple choice (pilihan ganda) tetapi
juga multiple paket (dengan kode dan tempat duduk yang tidak beraturan).
Tapi MAN Jonggol berhasil menunjukan kelasnya
sebagai sekolah yang baru saja menyandang gelar Akreditasi A.
Selesai
acara kini semuanya disibukan dengan kamera bawaannya masing-masing,
seakan tak mau melewatkan moment-moment terakhir ini, mereka dengan
lincah berpose di depan kamera menirukan gaya model papan atas
Indonesia. Moment ini juga dimanfaatkan oleh para siswa-siswi kelas X
dan XI yang ikut berfoto bersama sebelum mereka ditinggalkan para
seniornya. pada saat itu kami bak seperti artis dadakan yang harus
menerima permintaan fans yang ingin berfoto bersama.
setelah
sesi pemotretan yang cukup alot, semuanya dikejutkan dengan kedatangan
artis sungguhan, dengan Mobil Grand Livina, Salim cs berhasil
menghipnotis ribuan pasang mata tertuju padanya. Mungkin bagi sebagian
orang disana khususnya warga Kp. Menan melihat artis secara langsung
adalah hal yang sangat tabu dan unusual sehingga tak heran jika mereka
terkejut bukan kepalang.
Setelah kedatangan Salim cs ke
lokasi acara seakan tak ingin melewatkan moment tersebut para hadirin
mengeluarkan telepon genggamnya masing-masing namun bukan untuk menelpon
atau mengirim SMS, melainkan mengalihkan fungsi menjadi kamera
meskipun dengan resolusi seadanya mereka terlihat begitu antusias.
Saking antusiasnya mereka rela berdesak-desakan demi mendapatkan foto
sang idola. Keadaan ini memang tidak seperti yang dibayangkan
sebelumnya, sempat beredar rumor bahwa ada segelintiran Siswa yang tidak
akan menghadiri Acara Perpisahan dengan dalih kecewa terhadap panitia
yang lebih memilih mendatangkan artis ibukota dari pada Band. karena
sudah menjadi ritual tahunan jika setiap ada acara perpisahan maka
selalu ada Band Perfomance disana. Namun situasi saat itu seakan
menjawab keragu-raguan publik yang pesimis terhadap Acara tersebut yang
diperkirakan tak akan berjalan seru tanpa dilengkapi Band Performance.
Akhirnya acara ditutup dengan penampilan kreasi seni siswa-siswi
MAN Jonggol.
Mungkin ini adalah satu
dari sekian banyak kisah kita di MAN Jonggol. Benar
saja pasca moment itu sulit rasanya bagi kita untuk berkumpul bersama
seperti dulu. Jalan hidup yang berbeda telah memisahakan kebersamaan
kita yang sudah cukup lama terjalin. Kini dengan berbagai kesibukan yang
dimiliki sangatlah tepat untuk mereview sejenak kenangan masa lalu,
bahkan ketika melihat file dokumenter raga ini seakan terlempar jauh
ke masa-masa dimana kita melangsungkan kehidupan sebagai pribadi
Siswa-siswi MAN Jonggol.
“Putih abu
adalah sejarah hidupmu, sebagian membuatmu ingin melupakannya, sebagian
lainnya membuatmu ingin kembali padanya namun apalah daya jika kamu
terikat dalam realitas hari ini, Waktu tak mengenal kompromi, ia tidak
akan pernah mundur bahkan tidak akan pernah berhenti walau hanya sejenak
saja. Terpisah oleh jarak dan waktu bukan berarti koneksi emosional
terputus. justru jarak dan waktu memungkinkanmu memiliki rasa rindu”
Kita ini di ibaratkan seperti pohon yang memiliki akar dan batang pohonnya. Setinggi apapun ia menjulang tapi tetap saja memiliki koneksi satu dengan lainnya
> To Be Continued <
Nantikan kisah selanjutnya...
Written By : Ari Armadi
- You, AJihed Lionel Barcelonista, Garii Rezpect Unity, Hesty Monica Spears Kireina and 14 others like this.
1 share1 share
Ari Armadi
Solihat c'Masivers Ygsllumrinduknmu : hehe.,.,.emank bermaksud nyindir.,.,.,
Riri Apriyani : hm.,.,.psti atuh.,.
Intan ßells Cullen : ya tan.,.,.boleh gag w cerita tentang lu?
...
Dhede RiezhandayanIe : thanks.,.,.
Yulia Dewi Westlake : amiien.,.,.See More
Ari Armadi Solihat c'Masivers Ygsllumrinduknmu : owh ea.,.,.smoga mndpt hsil sesuai dgn usahanya.,.,